http://www.claimfans.com
Tampilkan postingan dengan label gallery. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gallery. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Februari 2012

Semangatku Awal Hidupku


Lajur Merapi-Klaten-(Selasa 14 Februari 2012)-Bale Indie Film yang berasal dari Desa Balerante Kecmatan Kemalang Kabupaten Kalten Provinsi Jawa Tengah ini menggapar film dokumenter yang kedua sewaktu pelaksanaan program Psychosocial Intervention for Merapi Recovery Project 2011 yang dilaksanakan oleh Plan Indonesia dan Lestari Indonesia dengan pembimbing produksi dari Axis Media Inside Yogyakarta.

Cover: Axis Media Inside
Keterlibatan muda-mudi yang tergabung dalam Bale Indie film ini pada pelatihan video dokumenter dan pembuatan film yang kedua mengambil tema “Semangatku Awal Hidupku”. Tema ini diambil berdasarkan hasil dari dukungan psikososial yang dilaksanakan di Desa Balerante Kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten Provinsi Jawa Tengah.

Foto: Axis Media Inside
Dalam film yang kedua ini diprakarsai oleh: Haryono (Produser), Suryati AK (Sutradara, Manajer Unit Produksi), Runiyatun (Sutradara, Penulis Naskah), Nanang (Penata Kamera, Penata Cahaya), Teguh Waluyo (Penata Suara, Editor). Bale Indie Film dengan tekad dan alat yang ada akan tetap berupaya untuk meneruskan hasil pelatihan yang didapat berupa ilmu pengetahuan tentang film dokumenter.(BDY-LJ/ Editor: EM-LJ Aspirasi)



free counters

Oknum Pencuri Menjarah Sejarah


Lajur Merapi-Sleman-(Selasa 14 Februari 2012)-Oknum-oknum pencuri telah menjarah arca-arca Candi Gebang di Desa Gebang, Kelurahan Wedomartani Kecamatan Ngemplak Kabupaten Sleman-Yogyakarta pada tahun 1940, kemudian pada November 1989, kepala arca Nandiswara juga dicuri, hingga saat ini kasus pencurian tersebut tidak terungkap.

Saat pertama kali ditemukan pada tahun 1936, Candi Gebang dalam kondisi runtuh total. Endapan lahar gunung Merapi juga nampak menimbun bangunan tersebut. Beberapa wilayah di Yogyakarta menunjukkan bahwa banyak bangunan candi yang tertimbun material vulkanik gunung Merapi, diantaranya Candi Kedulan, Candi Sambisari, Candi Kadisoka, serta Candi Morangan.

Masa pendirian Candi Gebang tidak diketahui secara pasti, tetapi dilihat dari ciri arsitekturnya diperkirakan Candi Gebang dibangun sekitar tahun 730 - 800 Masehi. Ciri arsitektur tersebut nampak dari sebuah arca wajah pada bagian atap candi yang seolah-olah melongok dari sebuah jendela. Ciri semacam ini dinamakan Kudu, relief Kudu juga dijumpai di candi Bima pada komplek percandian Dieng.

Candi Gebang selesai dipugar pada tahun 1940, terlihat bahwa sejumlah arca pengisi relung candi pada bagian bangunan sisi utara dan selatan lenyap dicuri. Hanya di sisi barat saja yang masih berisi arca Ganesha yang duduk di atas lapik berbentuk Yoni. Ganesha merupakan simbol dari dewa penghilang segala marabahaya.

Secara administratif, Candi Gebang terletak di desa Gebang, kelurahan Wedomartani, kecamatan Ngemplak, kabupaten Sleman, Yogyakarta, sedangkan secara astronomi candi ini terletak pada 110° 24', 53.62" BT dan 07° 45.01'' LS.

Penamaan candi yang ditemukan tahun 1936 ini didasarkan pada lokasi candi tersebut berada, yaitu di desa Gebang. Penamaan sebuah candi selain dari keberadaan lokasinya, juga bisa dinamai berdasar legenda yang dikenal masyarakat setempat, atau juga bisa berdasarkan pada penyebutan dari sebuah prasasti.(Vey-LJ/ Editor: EM-LJ Aspirasi)

Gambar Arca Nandiswara, sebelum kepalanya dicuri November 1989. Foto diambil pada 25 Januari 2012/ Vey.

Arca Nandiswara tanpa kepala Candi Gebang di Desa Gebang Kelurahan Wedomartani Kecamatan Ngemplak Kabupaten Sleman-Yogyakarta. Foto diambil pada 25 Januari 2012/ Vey.

Arca Ganesha di sisi barat bangunan Candi Gebang di Desa Gebang Kelurahan Wedomartani Kecamatan Ngemplak Kabupaten Sleman-Yogyakarta. Foto diambil pada 25 Januari 2012/ Vey.

 
Arca Ganesha, simbol dewa penghilang segala marabahaya yang terletak di Candi Gebang di Desa Gebang Kelurahan Wedomartani Kecamatan Ngemplak Kabupaten Sleman-Yogyakarta. Foto diambil pada 25 Januari 2012/ Vey.


Candi Gebang di Desa Gebang Kelurahan Wedomartani Kecamatan Ngemplak Kabupaten Sleman-Yogyakarta. Foto diambil pada 25 Januari 2012/ Vey.

free counters

Senin, 13 Februari 2012

Early Warning System


Lajur Merapi-Klaten-(Senin 13 Februari 2012)-Muda-mudi yang berasal dari Desa Tegalmulyo Kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten Provinsi Jawa Tengah ini ikut andil dalam pelatihan video dokumenter Juni-Juli 2011. Lantas muda-mudi ini menamakan teamnya Sapu Angin Productions.

Sapu Angin Production yang terbentuk dari hasil pelatihan video dokumenter yang dibimbing langsung oleh Axis Media Inside dalam program Psychosocial Intervention for Merapi Recovery Project pada tahun 2011 yang dilaksanakan oleh Plan Indonesia bersama mitra kerjanya Lestari Indonesia di 10 Desa 3 Kabupaten (Kabupaten Klaten (Desa Bawukan, Desa Balerante, Desa Tegalmulyo dan Desa Sidorejo), Kabupaten Sleman (Desa Wukirsari dan Desa Wonokerto), dan Kabupaten Magelang (Desa Sengi, Desa Krinjing, Desa Sumber dan Desa Ngargomulyo) dengan diperkuat oleh Srijono Eko Wardoyo (Produser), Purnama (Sutradara, Penulis Naskah, Editor), Eko Aryanto (Penata Kamera), Nyartini (Unit Manajer Produksi) dan Eka Asri (Narator).

Foto: Axis Media Inside

Foto: Axis Media Inside

Foto: Axis Media Inside

Sapu Angin Productions dalam karya awalnya mengangkat tema Early Warning System/ Sistem Peringatan Dini. Karya ini di dedikasikan untuk warga sekitar Lereng Merapi.(BDY-LJ/ Editor: EM-LJ Aspirasi)

Cover : Axis Media Inside



free counters

Jathilan Identitas Kita

Lajur Merapi-Klaten-(Senin 13 Februari 2012)-Gonis Creative yang berasal dari Desa Bawukan Kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten Provinsi Jawa Tengah dalam keterlibatannya di pelatihan film dokumenter 2011 yang dimbing langsung oleh Axis Media Inside Yogyakarta ini menghasilkan video dokumenter pertamanya dengan mengangkat seni tradisional Jathilan pada program dukungan psikososial yang dilaksanakan oleh Plan Indonesia dan Lestari Indonesia pada tahun 2011.

Gonis Creative yang diperkuat oleh  Tri Aryanto (Produser, Sutradara), Yuni Astuti (Penulis Naskah), Kelik Lestari (Penata Kamera), Sri Maryani (Unit Manajer Produksi) dan Esa Wiratmi (Narator, Editor) tidak kalah saing untuk mengangkat daerahnya sewaktu membuat video dokumenter di 10 Desa 3 Kabupaten (Kabupaten Klaten (Desa Bawukan, Desa Balerante, Desa Tegalmulyo dan Desa Sidorejo), Kabupaten Sleman (Desa Wukirsari dan Desa Wonokerto), dan Kabupaten Magelang (Desa Sengi, Desa Krinjing, Desa Sumber dan Desa Ngargomulyo) pada kegiatan dukungan psikososial 2011 yang dilaksanakan oleh Plan Indonesia dan Lestari Indonesia dengan melibatkan Axis Media Inside Yogyakarta selaku pembimbing produksi.

foto: Axis Media Inside

Foto: Axis Media Inside

Foto: Axis Media Inside

Gonis Creative pada karya pertama mengangkat seni tradisional yang merupakan ciri khas dari daerahnya yaitu seni tradisional Jathilan. Video dokumenter yang diberi titel “Jathilan Identitas Kita” sebagai apresiasi muda-mudi terhadap seni dan budaya yang ada di Desa Bawukan Kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten Provinsi Jawa Tengah. (BDY-LJ/ Editor: EM-LJ Aspirasi)

Cover: Axis Media Inside





free counters

Balerante Hijau Kembali


Lajur Merapi-Klaten-(Senin 13 Februari 2012)-Karya pertama Bale Indie Film tentang Balerante Hijau Kembali yang berasal dari Desa Balerante Kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten Jawa Tengah, 2011 bersama pendamping produksi Axis Media Inside Yogyakarta pada program dukungan psikososial yang dilaksanakan oleh Plan Indonesia dan Lestari Indonesia.

Bale indie Film yang berasal dari Desa Balerante Kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten Provinsi Jawa Tengah dalam mengikuti pelatihan video dokumenter bersama pendamping produksi yakni Axis Media Inside Yogyakarta dalam program Psychosocial Intervention for Merapi Recovery Project yang dilaksanakan oleh Plan Indonesia dan Lestari Indonesia pada tahun 2011 membuat karya pertamanya yang diberi titel “Balerante Hijau Kembali.”

foto: Axis Media Inside

foto: Axis Media Inside

foto: Axis Media Inside


Judul film pertama karya Bale Indie Film ini menceritakan kehidupan masyarakat Desa Balerante pasca erupsi Merapi 2010. Dimana kehidupan di Balerante mulai aktif kembali seperti semula. Bale indie film diperkuat oleh: Haryono (Produser), Suryati AK (Sutradara, Manajer Unit Produksi), Runiyatun (Penulis Naskah), Nanang (Penata Kamera, penata cahaya), Teguh Waluyo (Penata Suara, Editor). Dengan kehadiran Bale Indie Film di Desa Balerante semoga menjadikan pelopor bagi muda-mudi untuk selalu berkarya dan berdikari.(BDY-LJ/ editor EM-LJ Aspirasi)

cover: Axis Media Inside




free counters

Kawasan Sungai Tlising dan Sungai Apu


Lajur Merapi-Magelang- Kawasan Sungai Tlising dan Sungai Apu (Senin 13 Februari 2012)

Menelusuri Bantaran Sungai Tlising dan Sungai Apu bersama FPRB Sengi-Magelang pada tanggal 02 November 2011 menjadi kenangan tersendiri dan akan selalu diingat.
Dampak akibat dari letusan gunung Merapi yang terjadi pada tanggal 26 Oktober dan 5 November mengakibatkan kerugian baik secara fisik maupun non fisik. Buikan hanya itu disusul juga dengan bencana alam banjir lahar dingin yang mnemabah kewasawasan pada masyarakat di seklitaran sungai.
Erupsi Gunung Merapi yang terjadi pada 2010 lebih besar jika dibandingkan dengan letusan gunung tersebut lebih dari 100 tahun lalu atau pada 1872.(sumber: compass.com) . Banyak kerusakan dan korban meninggal pada erupsi tahun 2010. Untuk wilayah Magelang banyak kerusakan yang terjadi akibat Erupsi Merapi tahun 2010 khususnya di Desa Sengi yang berjarak enam kilometer dari puncak merapi, kerusakan yang dialami masyarakat Desa Sengi Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang ini diantaranya banyak area sawah dan tanaman pertanian yang mati terkena abu dan pasir merapi, kerusakan irigasi yangg terkena dasyatnya banjir lahar dingin, jembatan roboh sehingga menghambat jalur ekonomi dan pendidikan, dan rusaknya jaringan air bersih. Kondisi ekonomi yang semakin memprihatikan menyebabkan bencana sosial.

Kondisi yang memprihatinkan ini membuat Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Desa Sengi, membantu untuk memulihkan kehidupan masyarakat baik dalam bidang pertanian, peternakan, dan air bersih (pipanisasi) dalam progam Recovery Erupsi Merapi 2010. Dengan sedikit bantuan itu mudah-mudahan bermanfaat bagi masyarkat khususnya Desa Sengi. Tidak  hanya progam recovery tapi juga mensosialisasikan pengurangan resiko bencana lahar dingin.

Desa sengi merupakan desa yang terhimpit 2 sungai yang berhulu di gunung merapi, yaitu sungai pabelan (apu) dan sungai tlising.Pada tanggal 2 November 2011 FPRB Sengi mengadakan penelusuran bantaran sungai untuk mengetahui situasi dan kondisi yang ada dibantaran Sungai Tlising dan Sungai Apu. Diantaranya pemetaan kondisi rawan longsor, lokasi longsor, dan pendataan jenis tanaman,  pohon dan jenis binatang yang masih ada di Gunung Merapi.

Dengan keterbatasan alat, saya dan dua teman dari FPRB sengi yang bernama Kirun salah seorang warga Gowok Sabrang Desa Sengi dan Dodo Warga Gowok Pos Desa Sengi berangkat Dari Dusun Gowok Sabrang  Desa Sengi pukul tujuh pagi pada hari Rabu 2 November 2012. (WCX-LJ-Iseng Productions/ editor: EM-LJ Aspirasi Media)
Foto
Sesampainya di lokasi tidak lupa memarkirkan motor di Area sungai Tlising untuk menuju hutan lindung. Kurang lebih 1,5 km dari Dusun Gowok Sabrang Desa Sengi. Tempat ini juga sebagai terminal mobil untuk membawa hasil panen masyarakat. Foto WCX-LJ 2011
Foto
Tidak jauh dari lokasi parkir motor sekitar kurang lebih 50 meter terdapat longsoran di bantaran sungai Tlising, kurang lebih tinggi tebing sekitar 100 meter, lebar sekitar 75 meter, longsoran ini terjadi pada Banjir Lahar Dingin pada bulan Desember 2010. (Kirun FPRB Desa Sengi/ Foto WCX-LJ@2011).
Foto

 “Pada saat banjir lahar dingin terjadi longsor yang mengakibatkan munculnya genangan air (pening) di sungai Tlising pada bulan Januari 2011” tutur kirun salah satu warga Gowok Sabrang Sengi (foto: WCX-LJ-LJ).
Foto

Hulu dari sungai Tlising terdapat dua aliran yang berhulu di puncak merapi. Dilokasi ini  disebut tempuran antara wilayah babadan atas dan stabelan. (Kirun FPRB Desa Sengi/ foto: WCX-LJ)
Foto

Seorang nenek yang berasal dari Dusun Stabelan Desa Tlogolele Kec. Selo-Boyolali, sedang mencari rumput di tebing yang tingginya  kurang lebih 500 meter dibantaran Sungai Tlising. Seorang Nenek yang tidak mau disebut namanya bercerita setelah erupsi tahun 2010 banyak rumput yang mati terkena abu dan pasir merapi sehingga untuk mencari rumput harus berjalan 1,5 km dari rumah. Foto WCX-LJ
“nggeh ngeten niki kulo gaweane pendak dino golek suket ge makani wedus kaleh, mangkat seko
ngomah jam limo esuk ngko baline jam sewelas awan wis tekan ngomah. Lebar gunung merapi njeblug tandurane do mati keno awu, nak disek le ngaret yo cedak saiki le ngaret yo adoh, nak ra diretke weduse arep pakani op.. ?” (seperti ini kerjaanya saya, setiap hari cari rumput buat makan kambing dua, berangkat dari rumah jam lima pagi nanti pulangnya jam sebelas siang sampai rumah. Setelah gunung merapi erupsi tanaman pada mati terkena abu vulkanik. Kalau dulu sebelum erupsi cari rumput dekat , sekarang jadi jauh, kalau tidak cari rumput kambingnya mau makan apa?)
Foto

Satu keluarga (bapak, ibu, dan dua anak yang masih balita)  memulai mengolah lahan pertanian, Foto WCX-LJ

“Warga sekitar menyebut lokasi ini dengan nama daerah Tutupan yang artinya daerah perbatasan antara tanah sewan dan hutan lindung. Tanah sewan adalah tanah milik pemerintah yang disewakan untuk warga sebagai tanah pertanian, banyak warga yang mengelola tanah ini sebagai tempat untuk menanam tanaman sayuran, merumput dan juga ditanami pohon untuk dijadikan areng.. dulu tanah ini banyak pohon akasiah, rumput yang lebat, banyak ditanami sayuran, tapi setelah erupsi tahun 2010, banyak pohon mati, tanaman sayuran mati, dan rumput tertutup pasir, tanah ini yang dulu hijau sekarang menjadi  gundul” Tutus Paimin salah satu warga Stabelan- Boyolali.
Foto

Kondisi hutan lindung yang dulu lebat, pada tanggal 2 November 2011 banyak pohon-pohon yang rubuh terkena abu dan pasir erupsi merapi. Banyak spesies tanaman yang mati, terutama pohon-pohon besar. Hanya tinggal dahan dan ranting pohon yang sudah mengering. Foto WCX-LJ 2011
Foto
Warga sekitar memanfaatkan ranting-ranting pohon yang kering untuk dijadikan kayu bakar dan areng. Foto WCX-LJ 2011
Foto

Bekas alat untuk penerangan tradisional warga sekitar menyebut oncor. Warga sering menggunakan alat ini untuk menerangi jalan saat berangkat merumput dan mencari kayu bakar dihutan, alat ini terbuat dari potongan bambu dikasih sumbu dan di kasih minyak. Foto WCX-LJ 2011.
Foto
Longsoran batu2 besar dari dinding tebing diatas hutan lindung, longsoran ini mengarah ke sungai Tlising. Foto WCX-LJ 2011
Foto


Hulu sungai apu, nampak  gunung merapi yang tertutup kabut. Banyak material Merapi di aliran Sungai Apu dan tebing-tebing batu yang longsor. Foto WCX-LJ 2011.
Foto

Hulu sungai Tlising terlihat masih banyak material yang masih ada diatas, tanpa ada batu atau tebing penaha material. Foto WCX-LJ 2011
Foto

Salah satu bongkahan lava / lahar panas dari puncak merapi saat erupsi merapi tahun 2010. Kurang lebih 2 km dari puncak Merapi. Betapa dasyatnya Merapi bisa melontarkan batu besar dari mulut merapi. Foto WCX-LJ 2011.

Foto
Puncak merapi terlihat dari tanah sewan atas Dusun Stabelan Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali. Foto WCX-LJ 2011
Foto


Begitu indahnya merapi, begitu tangguhnya merapi..
Banyak cerita tentang merapi..
Aku bangga jadi anak merapi.
Salam merapi
“Kalising jiwo jalaran waspodo soko beboyo”


Wawan Herman Sulistyo (Wancuk) Dusun Candi Pos Desa Sengi Kecamatan Dukun Kabupaten  Magelang. Foto : Dodo FPRB Desa Sengi 2011

  Tarno (Kirun) Dusun Gowok Sabrang Desa Sengi Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang. Foto WCX-LJ 2011

  Widodo (Dodo) Dusun Gowok Pos Desa Sengi Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang. Foto WCX-LJ 2011
free counters

Rabu, 08 Februari 2012

Aku Temukan Sahabat Baruku Yang Lebih Baik

Lajur Merapi-Sleman Yogyakarta-Keluarga dan Sahabat- (Rabu 08 Februari 2012)-Perjalanan hidup dua orang atau lebih yang dinamakan sahabat, mencoba saling mengisi dan memahami satu sama lain suka maupun duka. Jalinan persahabatan untuk mengikat rasa persaudaraan mesti tertanam di dalam hati, hal ini tercermin dalam suatu komunitas Lajur (Laskar Jurnalis) Merapi dari, oleh dan untuk masyarakat Lereng Merapi di 3 kabupaten (Kabupaten Sleman, Kabupaten Klaten dan Kabupaten Magelang).

Apa itu sahabat? Kata sahabat tidak asing lagi kita dengar di kehidupan sehari-hari? Tapi apakah arti seorang sahabat yang sesungguhnya bagi seseorang. Terbesit di pikiran untuk bertanya apa yang membedakan seorang teman, sahabat dan sahabat sejati ? Sejauh apa bisa dikatakan menjadi seorang sahabat dan sahabat sejati?

Kita hidup di dunia tidak bisa berjalan sendiri. Salah satunya kita membutuhkan teman.Sedikit berbagi cerita tentang kisahku bersama sahabat.

Hampir 17 tahun aku berteman dengannya. Seorang gadis yang seumuran denganku semenjak masik kecil. Banyak cerita dan peristiwa yang kami lakukan bersama-sama, berbagi dalam suka dan duka. Selalu mengisi dan memberi. Selalu menghibur ketika bersedih. Saling mendukung dengan kegiatan kami masing-masing dan memberi semangat untuk menjalani hidup ini. Karena faktor itulah aku menganggap dia sebagai seorang sahabat untukku. Aku bahagia ketika aku memiliki sahabat seperti dia. Hari-hari kami berdua isi bersama. Ketika aku terjatuh oleh segala masalah, dia ada untukku dan membantuku dengan mengulurkan tangan untukku ketika aku terjatuh dan berupaya untuk membangkitkan diriku. Tidak bosan-bosannya dia mendengar segala keluh kesahku. Itulah sahabat.

Tapi percayakah dengan sahabat sejati?
Ternyata persahabatan yang aku jalani dengannya tidak berjalan mulus, tidak semanis madu. Kini aku harus kehilangan dia di hari-hariku. Kata maaf pun tak membuat dia kembali untukku. Dia tidak akan pergi jika aku tidak mempunyai salah. Pertanyaan yang selalu menghantuiku hingga kini, apa salahku?

Tidak hanya sekali aku bertanya, tapi jawaban yang tidak masuk akal yang kudapati, cacian, hinaan dan makian yang aku terima. Dia justru menjadi provokator untuk teman-temanku yang lain, dan kini aku dikucilkan di antara mereka. Sabar… Cuma itu yang bisa aku lakukan. Tak ada niat untuk membalas dendam kepadanya, karna aku sadar ini ujian persahabatan yang kujalani. Aku percaya suatu saat nanti kita bisa kembali seperti dulu, entah sampai kapan aku menunggu mimpi itu terwujud.

Ketika aku jatuh sendiri tanpa mereka, ternyata Tuhan memiliki rencana indah dibalik itu semua. Aku temukan teman-teman baru, sahabat-sahabat baru dan keluarga baru. Pertemuan yang tidak disengaja hasil dari sebuah pembentukan untuk menjalankan program dukungan psikososial yang dilaksanakan oleh Plan Indonesia dan mitra kerjanya yaitu Lestari Indonesia tahun 2011 di wilayahku di Desa Wukirsari Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman – Yogyakarta. Pertemuan dan pembentukan team untuk pengambilan dokumentasi kegiatan program dukungan psikososial lewat pengambil gambar berupa video yang dibina secara langsung oleh Axis Media Inside Yogyakarta. Team ini lantas diberi nama komunitas Lajur (Laskar Jurnalis) Merapi. Inilah sahabat-sahabat baruku yang kuanggap sebagai saudara sendiri.
Bersama Lajur (Laskar Jurnalis) Merapi
Bersama Lajur (Laskar Jurnalis) Merapi
Bersama Lajur (Laskar Jurnalis) Merapi
Bersama Lajur (Laskar Jurnalis) Merapi
Bersama Lajur (Laskar Jurnalis) Merapi
Bersama Lajur (Laskar Jurnalis) Merapi
Bersama Lajur (Laskar Jurnalis) Merapi
Bersama Lajur (Laskar Jurnalis) Merapi
Bersama Lajur (Laskar Jurnalis) Merapi
Aku merasakan persaudaran yang terikat di dalam naungan Lajur (Laskar Jurnalis) tidak melihat perbedaan umur, gender dan kedudukan. Perbedaan yang dimiliki tidak menjadikan halangan untuk mengikat tali. Kebersamaan kalian (Lajur Merapi-red) mampu membangkitkan semangatku kembali. Bersama kalian aku temukan lagi sosok sahabat yang sesungguhnya. Harapan kecil di dalam hatiku, semoga jalinan persahabatan yang kita jalin tidak mudah goyah dan hancur meski badai menerpa kita. Bukan aku. . Bukan kamu. .Tapi Kita.
Indahnya kebersamaan ketika kita saling memberi dan mengisi. Doa kecil untuk Tuhan, “Jangan lagi aku kehilangan sahabat seperti mereka” (RZ-LJ Global Frame/ Editor: EM-LJ Aspirasi Media)

free counters

Followers

AutoBacklinkGratisFree Promotion LinkFree Smart Automatic BacklinkMalaysia Free Backlink Services MAJLIS LINK: Do Follow BacklinkLink Portal Teks TVjapanese instant free backlink Free Plugboard Link Banner ButtonFree Automatic Backlink Service Free Auto Backlink Free Automatic Backlink
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost