http://www.claimfans.com
Tampilkan postingan dengan label Pengembangan Diri dan Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengembangan Diri dan Motivasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Maret 2012

Kebahagiaanmu Berada dalam Tujuanmu


 Ilustrasi (Foto: BDY-LJ)
Sesungguhnya, kesengsaraan yang dialami oleh para manusia itu disebabkan oleh tidak adanya tujuan yang hendak mereka capai dalam menjalani kehidupan. mungkin saja, mereka sudah memiliki tujuan, akan tetapi tujuan tersebut bukan tujuan yang mulia dan agung. oleh karena itu mereka tidak merasakan kebahagiaan dalam mewujudkanya.

Adapun tujuan yang bisa mewujudkan kebahgiaan adalah tujuan yang agung dan cita-cita yang luhur. tujuan yang agung bisa membuat seseorang sanggup melampaui segenap rintangan yang menghalangi jalanya. dengan sikap tersebut, ia mampu meraih hasil dalam waktu yang singkat, sementara orang lain harus meraih hasil dalam waktu yang sangat lama.

Manusia yang tidak mempunyai tujuan adalah manusia yang sia-sia. apakah kita pernah membayangkan seorang pilot pesawat terbang yang kehilangan arah tujuan? ia tidak mengetahui tempat yang hendak dituju. ia juga tidak memiliki peta yang bisa menunjukan dirinya untuk bisa sampai ke sebuah tempat. kemungkinan, ia akan kehabisan bahan bakar dan pesawatnyapun meluncur turun. dalam kondisi semacam itu, ia masih berpikir kemana ia akan pergi, dan dimanakah bandara yang bisa mengantarakan hingga mencapai tujuanya.

Kiriman: Afdau-LJ

free counters

Selasa, 31 Januari 2012

Ketika Kita Seperti Sebatang Pohon Yang Hangus

Foto:  (RZ-LJ)


Pohon yang berdiri dan megah itu kini tinggal kenangan, pohon ini dulunya rimbun dengan dedaunan yang memberikan kesejukan serta keindahan. Dimana pohon ini juga memberikan kehidupan bagi kita semuanya.

Begitulah hidup, ada saatnya berdiri dengan megah dan ada pula saatnya untuk roboh bahkan diabaikan oleh orang lain. Masih ingatkan kita ketika hidup yang bergelimang dengan harta, dan sebagian harta itu kita berikan sebagai bentuk bantuan kemanusiaan kepada mereka yang jatuh. Namun di sisi lain ketika diri kita rapuh seperti sebatang pohon yang hangus, maka seribu kebaikan kita akan lenyap bahkan dilupakan. Yang ada hanya tatapan penuh kasihan dari mereka yang dulu pernah kita bantu.

Tapi bukan masalah, yang melihat dan membalas semua kebaikan yang kita lakukan serta yang menilai setiap kita melakukan kebaakan bukanlah manusia, melainkan Tuhan Yang Maha Esa. Tetaplah berbuat baik walaupun keadaan diri kita seperti sebatang pohon yang tidak memiliki lagi keindahannya. Kebaikan yang kita berikan janganlah menjadikan diri kita merasa baik.

Manusia bahagia bila ia bisa membuka mata. Untuk menyadari bahwa ia memiliki banyak hal yang berarti. Manusia bisa bahagia bila ia mau membuka mata hati. Untuk menyadari, betapa ia dicintai. Manusia bisa bahagia bila ia mau membuka diri. Agar orang lain bisa mencintainya dengan tulus.
Manusia tidak bahagia karena tidak mau membuka diri, berusaha meraih yang tidak dapat diraih, memaksa untuk mendapatkan segala yang diinginkan, tidak mau menerima dan mensyukuri yang ada. Manusia buta karena egois dan hanya memikirkan diri, tidak sadar bahwa ia begitu dicintai, tidak sadar bahwa saat ini, apa yang ada adalah baik, selalu berusaha meraih lebih, dan tidak mau sadar karena serakah.(BDY-LJ/editor: EM-LJ)


free counters

Minggu, 29 Januari 2012

Temukan Kesejukan Pikiran


Kita telah terbiasa untuk berpikir bahwa kita dibatasi oleh lingkungan, pendidikan, orangtua, kesehatan dan banyak lagi. Hingga melahirkan persoalan-persoalan hidup yang dianggap beban oleh kita. Hampir seluruh persoalan hidup bermula dari ketidakmauan kita menerima hidup ini apa adanya. Kita tak mampu berkompromi pada kenyataan. Kita tak sudi melepaskan kacamata paradigma dan melihat realitas secara sederhana. Kita lebih suka bermain-main dengan persepsi. Kita lebih senang berlindung membenarkan pikiran diri sendiri. Padahal itu adalah bentuk lain dari belenggu sehari-hari.

Teknik rileksasi untuk mengatur pikiran yang dilaksanakan di Kantor Lestari Indonesia, Minggu 29 Januari 2012. Ketenangan pikiran akan membuat diri merasa nyaman, serta selalu berpandangan optimis

Mari sejenak kita pejamkan mata. Menemukan kesejukan pikiran. Menggali ketentraman perasaan. Menyentuh jiwa yang tenang.
“Banyak dari kalangan kita bahwa ketenangan itu hanya ditemui bila pergi ke suatu tempat yang mana mampu melupakan suatu beban yang ada di pikiran, nah bila sesampainya ditempat tersebut, lalu pulang lagi ke rumah, biasanya beban yang ada di pikiran akan muncul kembali. Kalau kita mau memaknai diri, sebetulnya kebahagiaan dan ketenangan itu ada di dalam diri seseorang” Tutur Ifah seorang Mahasiswa semester terakhir jurusan Psikologi Klinis di salah salah Universitas yang ada di Yogyakarta.

Ada kalanya tiba masa-masa sulit, yang membuat hidup serasa penuh kepedihan dan keluh kesah. Namun, pada saatnya jua tibalah masa-masa kegembiraan yang membuat hidup terasa ringan dan terang. Tanpa sadar bibir kita basah dengan senyuman. Sesungguhnya, kesedihan, kegembiraan, kekecewaan, keriangan dan emosi-emosi lain hanyalah sementara. Sebagaimana sesaatnya malam berganti siang. Tak selamanya kesedihan dan kegembiraan melanda kita. Semua itu datang silih berganti, tanpa selalu dapat dinanti

“Perlunya diri kita untuk selalu menjaga keseimbangan emosi, karena emosilah yang menyebabkan seseorang hidup terasa berharga dan terasa tidak berharga, untuk itu tetaplah jalani hidup ini dengan seadanya diri kita, apapun yang menjadi milik kita hari ini merupakan suatu anugerah pemberian Tuhan coba maknai pepatah yang mengatakan: Hidup adalah sebuah tantangan, maka hadapilah. Hidup adalah sebuah lagu, maka nyanyikanlah. Hidup adalah sebuah mimpi, maka sadarilah. Hidup adalah sebuah permainan, maka mainkanlah. Hidup adalah cinta, maka nikmatilah (Bhagawan Sri Sthya Sai Baba)” Tutur Ifah (BDY-LJ/editor EM-LJ)

free counters

Minggu, 08 Januari 2012

Awali Dari Diri Sendiri


Kita sering menasehati orang lain untuk berkembang dan menemukan hidupnya, bahkan diri kita sering merasa pusing dan jengkel ketika nasehat yang diberikan oleh diri kita tidak dituruti oleh orang yang dinasehati. Fenomena ini wajar sering terjadi dimana-mana, bukan hanya di lingkungan masyarakat, bahkan dilingkungan keluargapun hal ini sering terjadi.

Ketika seseorang memberikan suatu nasehat yang bijak, baik berupa motivasi ataupun sebuah peringatan untuk kebaikan seseorang. Terkadang orang yang dinasehati ataupun yang diperingati sama sekali tidak mau ataupun enggan melaksanakannya, hal ini adalah suatu kewajaran, sebab biasanya yang terjadi orang tersebut selalu melihat dulu ke dalam diri kita sendiri, apakah diri kita sudah menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari ataupun belum?

Pertanyaan sederhana ini sepatutnya direspon dengan baik oleh diri kita, ketika sebuah nasehat yang diberikan kepada orang lain, terkadang diri sendiri tidak pernah dinasehati ataupun melaksanakan apa yang telah disampaikan kepada orang lain.

Maka untuk itu awali dengan diri kita sendiri, apakah diri kita sudah menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari ataukah hanya sekedar ngomong saja? Ketika diawali oleh diri kita sendiri, maka orang lain pun setidaknya akan berupaya untuk melaksanakan atas saran berupa nasehat bijak yang diberikan oleh diri kita kepada orang tersebut.

Mari jadikan diri kita sangat berharga, baik untuk diri sendiri, untuk keluarga dan orang lain. Awalilah dari diri kita sendiri dulu untuk melaksanakan sesuatu yang berharga dalam hidup. Semoga Allah SWT menjadikan diri kita manusia yang berhati bening dengan cita-cita setinggi langit. Menjadi seorang manusia yang sanggup memimpin diri sendiri sebelum memimpin orang lain. (by: BMD)-LJ


Followers

AutoBacklinkGratisFree Promotion LinkFree Smart Automatic BacklinkMalaysia Free Backlink Services MAJLIS LINK: Do Follow BacklinkLink Portal Teks TVjapanese instant free backlink Free Plugboard Link Banner ButtonFree Automatic Backlink Service Free Auto Backlink Free Automatic Backlink
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost