http://www.claimfans.com
Tampilkan postingan dengan label Curahan Jiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curahan Jiwa. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Maret 2012

Dalam Penantian


Ilustrasi: Foto RZK-LJ

Aku Masih Menunggumu Di Antara Pengap Ketiak Malam Dengan Getar Rindu Di Ujung Penantian
Oleh : Vey-LJ

Bidadari,
Senyum rindumu pancarkan warna jingga seperti senja di stasiun kereta.
Bara hatimu menentramkan, serupa biru laut pada hening yang dalam.
Bulan sabit malu-malu menghiasi langit.
Sebatang rokok menyala, hanya coba bunuh gelisahku hari ini,
yang hampir saja kehilangan senyuman.
Aku masih menunggumu di antara pengap ketiak malam dengan getar rindu di ujung penantian.
Tak tersisa sedikitpun ragu untuk mengecup lembut jiwamu yang terbang dalam perjalanan menuju sarangku

Editor: EM-LJ Aspirasi

free counters

Senin, 06 Februari 2012

Pasar Kembang


Sempat kutangkap setitik air di sudut mata,
dan senyum mereka nampak beku dilukis gincu.
Apakah Kalian Memang Para Perempuan Pilihan yang dikirim dari Alam duka?
Apakah Kalian Para Makhluk Terlunta yang berubah Perkasa & Menjelma Bunga di malam buta?
Kadang hanya Rupiah yang Bicara...
Kadang ada Cinta terselubung,terselip di balik Bantal...,
tanpa harus ada kata-kata yang membuai....

by: Vey


free counters

Another Side Of Love

Bunuhlah konsep-konsep berbau teoritis,
matikan akal sehat dan premis-premis,
juga tak perlu analisis dan uji hipotesis,
karena rindu & cinta mendesis di rongga dada,
bukan di otak kepala


by: Vey


free counters

Jumat, 27 Januari 2012

Mengenang Kepergianmu


Oleh Sidik Anwar

Sejenak aku berpikir, mengingat suatu kejadian yang tidak pernah bisa aku lupakan, gejolak tentang masa depan hampir musnah dengan salah satu sebab yang hingga kini masih aku kenang.

Berawal dari ketidak percayaan pada informasi

Malam sebelum beranjak ketempat tidur, seakan diri ada dorongan untuk tidak segera memejamkan mata. Namun rasa ngantuk yang begitu kuat, membuat diri memaksakan untuk istirahat, begadang semalaman sampai pagi hari ada rasa enggan sebelumnya.

Tiba-tiba aku terjaga dari tidurku yang nyenyak, HP yang tidak jauh dari badan yang terlentang tidur bunyi berkali-kali. Ada rasa enggan untuk mengangkat panggilan via HP, namun semakin dibiarkan semakin berulang-ulang panggilan via HP. Aku hampiri dan aku raih HP itu, namun suara panggilan terhenti, yang tertinggal hanya pesan masuk dan panggilan tidak terjawab.

Hati bertanya, “apa gerangan yang akan menimpa dalam hidupku kali ini?”
Terperanjat melihat isi pesan yang masuk, badan bergetar seakan hilang tenaga, ini berita benar kenyataannya ataukah hanya kebohongan belaka.

Kebenaran Informasi
Saudaraku yang jauh memanggil diri ini via HP dengan nada yang halus, dengan nada yang pedih, dengan perasaan yang hanyut sembari mengatakan “kita akan bertemu di tengah kedukaan, ataukah kita akan terpisah dalam naungan kepedihan diantara harapan dan kenyataan”.
Suara itu, membuat diri hampir kehilangan kesadaran. Tidak percaya, bahkan hatipun mengatakan, “ini ilusi”.

Beranjak Pergi dengan kehampaan diri
Bergegas namun dengan penuh kesadaran, ketenangan diri membuat tetap tersenyum walau ada sesuatu yang mengganjal di dalam diri.
Ketenangan membawa pada sebuah isue yang membuat diri hampir gila
Ketulusan ketika melangkah, ketenangan ketika menghadapi kenyataan, kesabaran ketika berada di perjalanan.

Kejutan yang mematikan
Kabar pada seorang rekan tak lain untuk memperoleh kenyataan
Kabar pada semua jiwa yang kukenal, tak lain untuk menenangkan
Walau kabar yang kuberi tidak sesuai dengan kenyataan yang menimpa diri saat itu

Hampiri dan memeluk
Sambutan dari para pendoa yang sedang menanti kedatangan diri, menghampiri dan memeluk sembari berkata “Anakku kemana saja, kuatkan dirimu. Ikhlaskan hatimu walaupun dirimu tidak sempat sama sekali melihat jasad yang pernah ada, jasad yang selalu menjerit untukmu anakku, jasad yang selalu berdoa sembari meneteskan airmata, jasad yang selalu melihat kebanggaan mendidik anak-anaknya tiada yang gagal, jasad yang selalu menjerit untuk semua keluarganya, jasad yang selalu berjuang untuk kehidupan keluarganya, jasad yang tidak pernah menyerah dan tunduk oleh keadaan”

Sesal tiada guna
Tersungkur seakan hancur, rasa sesal menghampiri, namun apa dikata, ini kenyataan yang mesti diterima.
Hanya doa yang aku sampaikan:
“Teriring kepergianku Ayah, engkau masih ada dan selalu tersenyum untukku
Engkau yang terindah yang pernah ada
Engkau selalu memberiku kepercayaan diri
Engkau telah ajarkan aku pada hierarki diri
Ayah, engkau adalah seorang laki-laki yang tangguh yang aku kenal
Engkau adalah laki-laki seorang pemimpin yang aku kenal
Engkau adalah seorang laki-laki yang berjiwa besar yang aku kenal
Kini....
Aku tak sempat melihat jasadmu dan memeluk rindumu padaku
Kini rinduku padamu hanya sebatas kata dan menatap serta bersandar di atas pusaramu Ayah
Dulu aku tak sempat menemani Bunda, kini aku tak sempat melihat jasadmu sekalipun
Kadang hatipun bertanya, apakah ini jawaban dari semua ketulusan pada semua peristiwa
Terima kasih Ayah.....
Semoga Ayah bertemu dengan Bunda di alam sana
Kuasa Tuhan akan mengantarkan ruhmu untuk bertemu dan berkumpul dengan ruh bunda yang telah terlebih dahulu
Damailah........
Bahagialah...........
Tersenyumlah dengan bermandikan cahaya dari doa anak-anakmu
Pesan ayah bunda akan selalu aku ingat dan aku lakukan (buatlah sekenario hidupmu sebelum beranjak tidur)

Mengenang kepergianmu (Awal menuju pangkuan Allah SWT n Rasul-Nya, Muhammad SAW)
Tanah merah yang dihiasi oleh taburan bunga yang masih segar menutupi dan menghiasi jasad seorang ayah yang meninggal pada hari Sabtu 19 November 2011 dengan diriningi dari para pendo’a yang ikut mengantarkan ke tempat pembaringan menuju pintu-Nya.

Mengenangmu selalu mengeluarkan arimata, Ayah...........Bunda, aku rindu kalian..................
Aku tidak menangis, hanya aku rindu pada kalian Ayah...........Bunda...............
Salam sejahtera dari anakmu yang berlimbah dosa
Anakmu yang tiada berdaya
Anakmu yang selalu berupaya dan berdoa


Hanya gambarmu yang tertinggal untukku

(Sidik Anwar = Suatu anugerah pemberian darimu Ayah dan Bunda)




free counters

Jumat, 20 Januari 2012

Kerinduan

oleh Vey

Sejak kilatan itu lebam, langit tersuruk dan tertidur pulas.
Masih adakah spasi-spasi yang akan kau mainkan menjadi puisi?
Kita makin dekat pada sebuah geram yang dalam.
Mungkin kita hanya coba sembunyi dari tembakan janji-janji?
Tapi begitulah kita!
Selalu setia menziarahi jejak percakapan sunyi pada malam-malam purba yang mulai kelabu.
Kitapun mengangguk sepakat, menyimpan sebuah rindu yang kelu
meski harus terkapar dan memar.
Marilah merayap di antara bintang yang mulai merambat pulang,
bukankah kita tak pernah lupa untuk selalu saling menyapa,
meski tak selalu ada yang baru dalam samar yang tak bisa kita tawar.
Sebab disanalah para pecinta selalu meninggalkan candu

free counters

Minggu, 15 Januari 2012

Undangan Perjamuan

Kau tawarkan padaku secangkir teh,
hanya secangkir teh,
untuk berbagi puisi di satu meja di ujung senja.
Taukah kau? Puisi hanyalah sampah ,
seperti Daki atau Tai
yang muncul tiba-tiba tanpa diminta,
datang dari ruang hampa,
yang ditulis dengan mata buta dan hati beku
yang kebetulan kita pungut dari jeda
antara sadar dan gila.
Tawari aku sebotol anggur,
agar mabuk dan kutulis sinis sajak terburuk,
Tawari saja aku sebotol anggur!!!
atau...
Tunggulah aku di meja itu,
dengan secarik kertas bekas, seutas tali,
atau sebilah belati…
Agar pertunjukkan tragis ini segera dimulai.

-vey- September 23, 2011.
Tentang Vey klik z disini

Ungkapan Diri



-Kuteteskan Air Mata Terakhir Hanya UNTUKMU, Sebelum Menjadi Batu-

Sempat kulihat,
Anjing Buduk Tua kehilangan KEGALAKKANNYA ditelan usia.
Juga kulihat,
amarah Angin meninju dinding tebing karang,
semuanya selalu bisu menjawab keresahanku,
:dan aku menemui-Mu,
setelah sia-sia mengadu pada yang lain.

Vey (19 Feb 09) - R.Y.M. – YK




-Di bawah Bangku Taman-

Bunga kecil itu hampir layu, namun aroma kematiannya sanggup menghentikan laju terbang kumbang-kumbang untuk mengerumuni dan menghisap air matanya yang terus mengalir menuju sarang kekasihnya di balik matahari .

- vey -2000

Jumat, 13 Januari 2012

Untukmu Penjaga Duniaku


  
Wida
Betapa hati ini terasa tersiksa
Saat aku menyadari segala curahan kasih dan sayangmu
Yang diberikan penuh ketulusan
Agar diriku menjadi sesosok diri yang seutuhnya
Agar diriku berkembang menjadi dewasa dalam berpikir dan bertindak
Terima kasih atas semua ketulusan kalian
Cinta dan kasih sayang kalianlah, diriku ada
Diriku selalu terjaga
Diriku menjadi sesosok diri yang seutuhnya
Semua ketulusan kalian, belum tentu aku balas semuanya
Apa yang aku berikan padamu ayah dan ibu belum tentu memberikan kebanggaan hati
Terima kasih atas semua pengorbanan
Terima kasih atas bimbingan menuju jalan hidup yang baik
Keegoan diri yang selalu menentang segala nasehat yang bijak


Kini....
Mulai reda, dan mulai menyadari semua ketulusanmu Ayah dan Ibu
Aku hanya mampu memanjatkan do’a serta puji kepada Tuhan untukmu Ayah dan Ibu
Semoga kelak, Ayah dan Ibu disejajarkan dengan para kekasih-Nya
Dengan sangat, aku memohon pada-Mu Yaa Allah
Sayangilah kedua orangtuaku, sewaktu mereka menyayangi diriku disaat aku lemah, dan disaat aku kuat
Ampunilah segala dosa mereka, sewaktu mereka selalu mengampuni diri ini disaat lupa
Peluklah mereka dengan cahaya-Mu yaa Allah, sewaktu mereka memelukku disaat aku lengah dan takut
Mulyakan kehidupan mereka Yaa Allah, sewaktu mereka memulyakan diriku disaat aku terhina
Editor:Em-LJ

free counters

Kamis, 12 Januari 2012

Kasih Sayang yang terlupakan


 Oleh : Wida


Ijinkan aku merangkai huruf menjadi kata, dari kata menjadi kalimat
Rangkaian kalimat ini tiadalah sangat berarti dan berharga
Namun sebagai hiasin diri serta pancaran diri untuk mengungkapkan segala gundah
Tentang cita, tentang cinta dan harapan

Aku yang terpesona oleh ketangguhan cinta
Membawaku pada raut wajah kedzaliman
Membawaku pada pembelokan iman
Karena aku terlalu memujamu

Cita dan harapan yang selalu ada di benak
Terlupakan ....
Karena terlalu mengagungkan cinta
Cinta sejati takan pergi dan selalu ada

Kini.......

Aku sadari itu
Cinta sejati itu memang ada
Cinta yang lahir dari ketulusan
Tanpa melihat suatu perbedaan dalam diri
Cinta itu tak lain buah kasih sayang yang diberikan kedua orang tua
Cinta yang tulus tanpa hinaan
Tanpa menyalahkan dan berupaya menjadikan diri ini seutuhnya
Karena keegoan dirilah, cinta mereka terlupakan

Editor: EM-LJ

free counters




Followers

AutoBacklinkGratisFree Promotion LinkFree Smart Automatic BacklinkMalaysia Free Backlink Services MAJLIS LINK: Do Follow BacklinkLink Portal Teks TVjapanese instant free backlink Free Plugboard Link Banner ButtonFree Automatic Backlink Service Free Auto Backlink Free Automatic Backlink
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost